Cerita inspirasi2

Tegar, dan Bangkit Kembali

Pengalaman ini dialami oleh teman saya beberapa tahun yang lalu, namanya Jolie (bukan nama sebenarnya). Saya mengenalnya sudah cukup lama. Kami pun berteman baik. Selama saya mengenalnya, saya berpikir jika hidupnya tidak pernah mengalami masalah. Dia hidup serba berkecukupan, dan sepertinya dia dan keluarganya hidup tentram. Dia sering bercerita tentang dirinya kepada saya, begitu pula sebaliknya. Dan dari cerita yang sering ia sampaikan, hampir semuanya cerita yang menggembirakan.

Suatu hari, sikap Jolie agak berubah. Jolie yang selama ini saya kenal dengan perangainya yang selalu ceria mendadak menjadi seseorang yang sangat pendiam. Bahkan ia tidak mempedulikan orang-orang disekitarnya. Sikapnya yang seperti itu berimbas pada akademiknya. Nilainya pun banyak yang merosot. Namun ia tetap tidak mempedulikannya.

Saya berusaha mencari tahu akan hal itu. Setiap saya mendekatinya dan menyinggung masalah tersebut, Jolie selalu mengelak dan mengalihkan pembicaraan. Wajahnya pun mendadak muram dan moodnya menjadi jelek. Keadaan Jolie yang seperti itu berlangsung kurang lebih satu bulan. Sebagai teman dekat, tentunya saya merasa harus membantu Jolie dalam masalahnya. Saya terus memaksa Jolie untuk bercerita pada saya.

Usaha saya akhirnya membuahkan hasil. Suatu ketika Jolie dating ke rumah saya. Ia menangis sesenggukan. Saya langsung membawanya masuk ke kamar. Saat itulah ia menumpahkan seluruh isi hatinya yang selama ini ia pendam. Betapa kagetnya saya, ternyata Jolie mengalami masalah seberat itu. Belum lama orangtuanya bercerai. Jolie benar-benar tidak kuat menghadapi hal itu. Saya sangat bingung dengan apa yang harus saya perbuat. Saya hanya bisa menghibur Jolie.

Jolie meminta pada saya untuk diperbolehkan menginap di rumah saya selama satu minggu. Saya terpaksa berbohong pada orangtua saya bahwa Jolie menginap di rumah dengan alasan kedua orangtuanya sedang pergi ke luar kota.

Saat itu, Jolie terlihat lebih ceria dibanding hari sebelumnya. Saya pun ikut senang akan hal itu. Sesekali terkadang Jolie masih sering menangis. Ia masih belum bisa menerima kenyataan. Hidup yang selaama ini ia jalani dengan happy kini sangat berubah. Keluarganya menjadi hancur. Sejak kecil ia terbiasa dengan kehidupan yang penuh kebahagiaan, sehingga saya tidak heran jika ia benar-benar drop saat itu.

Saat menginap di rumah saya, ibunya seringkali menelfon saya. Awalnya saya terpaksa harus berbohong pada ibunya bahwa Jolie tidak ada di rumah saya. Namun akhirnya saya memberitahukan yang sebenarnya pada ibunya. Saya tidak tega dengan keadaan ibunya yang sangat kebingungan ketika kehilangan Jolie. Saya menjelaskan tentang keadaan Jolie, dan ibunya bisa mengerti.

Satu minggu sudah berlalu, namun Jolie tetap tidak mau pulang. Ia sangat memohon pada saya agar masih diperbolehkan menginap. Saya benar-benar bingung, saya berusaha menncari cara agar Jolie mau pulang. Setelah saya memutar otak, akhirnya saya menemukan cara agar Jolie mau pulang.

Keesokan harinya, saya mengajak Jolie ikut dalam sebuah kegiatan bakti sosial. Jolie pun mengiyakan permintaan saya. Saat itu, kami mendatangi sebuah panti asuhan. Pada awalnya Jolie bersikap biasa saja. Namun ketika acara berlangsung Jolie menangis sejadi-jadinya karena mendengar sambutan dari ketua yayasan panti asuhan. Ya, dalam sambutan beliau memang berisi sesuatu hal yang sangat mengena di hati. Betapa bersyukurnya kami yang masih mempunyai orangtua lengkap. Tidak seperti nasib para anak yatim piatu yang ditinggal orangtua mereka. Bahkan salah satunya ada yang belum pernah sama sekali bertemu dengan orangtuanya.

Lebih lagi saat kami berinteraksi dengan para anak yatim, hati kami sangat tersentuh. Dalam wajah polos mereka, hadir tawa yang sangat ceria, meskipun di dalamnya tersimpan duka yang mendalam. Saya pun ikut menangis. Saya tidak tega melihat mereka. Saya sadar bahwa saya harus sangat bersyukur karena saya masih mempunyai orangtua yang lengkap.

Setelah acara selesai, Jolie menarik tangan saya untuk segera pulang. Ia sangat bersemangat untuk pulang. Ia berlari kencang meninggalkan saya. Ia segera masuk ke dalam rumahnya dan mencari ibunya. Ia bersujud di kaki ibunya dan meminta maaf atas perbuatannya. Begitu pula dengan ibunya, beliau pun meminta maaf pada Jolie.

Hati saya sudah sangat lega setelah kejadian itu. Dalam perjalanan pulang, saya melewati toko kue kesukaan ibu. Saya pun mampir untuk membeli beberapa kue kesukaan ibu. Sesampai di rumah, saya bergegas menemui ibu dan memberikan kue untuk ibu. Ibu saya menjadi heran dengan tingkah laku saya, dan saya hanya bisa tersenyum.

Sekian cerita dari saya, semoga dapat menjadi inspirasi :)

Cerita inspirasi1

Aku Kecewa

Sewaktu saya masih duduk di bangku SMP, sering sekali ditanya tentang cita-cita, namun saya hanya bisa tersenyum ketika ditanya hal tersebut. Saya pikir masih lama sekali untuk memikirkan tentang cita-cita, maklum, sewaktu itu saya belum bisa berpikir dewasa dan masih suka bermain. Dibandingkan dengan teman-teman saya, saya merasa kalau masa depan saya belum jelas. Kebanyakan dari mereka menyebutkan profesi dokter, polwan, pegawai negeri, bidan, dan lain-lain. Namun bagi saya, profesi yang seperti saya sebutkan tadi tidak sedikitpun menarik perhatian saya. Lebih-lebih sebagai dokter, rasanya tidak ada keinginan sedikitpun. Memang benar profesi dokter sangat dibutuhkan dan merupakan pekerjaan yang mulia. Sering saya mengelak, “Ah, yang bisa nolong orang kan bukan Cuma dokter, segala macam profesi pasti ujung-ujungnya untuk menolong sesama”.

Ketika memasuki SMA, pertanyaan tentang cita-cita semakin sering saya dengar. Namun saya tetap hanya bisa tersenyum. Guru BK saya sering sekali mengingatkan bahwa kita harus menyiapkan masa depan sejak dini. Ya, saya tahu betul akan hal itu. Namun tetap saja, saya sudah memeras otak untuk memikirkan tentang cita-cita dan hasilnya tetap sama saja.

Suatu hari, saya dan sahabat-sahabat saya bermain dirumah sahabat saya. Biasa lah, namanya anak SMA pasti ada saja yang diperbincangkan. Waktu itu secara tidak sengaja kami membahas mengenai acara AFI yang ditayangkan di Indosiar. Acara tersebut terkenal sekali saat saya masih SD. Sesekali kami tertawa saat membicarakan hal itu. Sesampainya di rumah, saya masih memikirkan tentang acara AFI tersebut. Saya masih ingat betul dalam acara AFI terlibat seorang psikolog yaitu Bunda Rose. Mulai saat itu, saya mulai sadar kalau profesi psikolog itu menyenangkan dan saya mulai mengagumi para psikolog.

Tidak hanya dari acara AFI saya mulai sedikit mendapatkan pencerahan tentang apa yang dinamakan tentang cita-cita, namun di hari berikutnya saya menonton acara ESQ lewat DVD. Dalam acara tersebut juga banyak diisi oleh para psikolog. Setiap kata yang mereka keluarkan begitu mengena di hati saya. Sejak saat itu saya semakin memantapkan hati saya dengan psikologi.

Ketika memasuki kenaikan kelas XI, saya dilanda kebingungan. Dari awal saya ingin jadi psikolog, dan guru BK saya mengarahkan untuk masuk program IPS, namun hati saya berkata lain, justru saya tadak punya feel sama sekali dengan mata pelajaran IPS. Saya tetap bersikukuh dengan program IPA, dan akhirnya keinginan saya terkabul.

Ketika menginjak kelas XII, inilah momen yang paling saya tunggu-tunggu. Saya sudah tidak sabar menjadi seorang mahasiswa. Ya, mahasiswa fakultas psikologi tentunya. Dan universitas yang saya impikan adalah UGM.

Pada pertengahan bulan November, IPB Membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru jalus USMI. Saya sempat tertarik, dan ketika saya berkonsultasi dengan orangtua saya. Mereka dengan segera menyuruh saya untuk mengirimkan formulir pendaftaran. Saat itu, jujur saja saya hanya coba-coba dan ikut-ikutan untuk mendaftar. Saya sudah sangat yakin dengan psikologi, sehingga sewaktu mendaftar USMI, saya kebingungan memilih jurusan. Akhirnya pilihan saya tertuju pada mayor Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Saya tertarik dengan kata “masyarakat” di dalamnya. Ya, namanya saja asal ikut-ikutan, jadi saya tidak terlalu memikirkan hal itu.

Ketika memasuki bulan Februari, pengumuman tentang USMI sudah keluar. Betapa kagetnya saya, ternyata saya diterima di IPB. Saya sungguh tidak menyangka, karena pada awalnya saya tidak begitu mengharapkan bisa diterima di IPB. Saya mulai dilanda kebingungan. Orangtua saya langsung setuju saya di IPB.

Semangat saya sempat hancur ketika itu. Saya tidak diperbolehkan orangtua untuk mendaftar di universitas lain. Awalnya saya memang sangat bersyukur bisa diterima di IPB. Hal ini merupakan suatu anugrah dari Allah SWT dan merupakan kesempatan yang semua orang tidak bisa mendapatkannya. Namun tetap saja, apa yang dianugrahkan oleh Allah pada saat itu tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Hari-hari itu saya lalui dengan perasaan murung. Saya merasa impian saya selama ini lenyap begitu saja.

Suatu hari sempat terlintas di pikiran saya untuk mendaftar di UGM secara diam-diam. Pikir saya, “Toh kalau nanti saya diterima orangtua juga ikut senang”. Saat itu kesempatan yang ada hanya jalur SNMPTN karena jalur-jalur sebelumnya saya tidak diijinkan orangtua untuk mengikutinya. Rencana itu saya sampaikan pada kakak saya, dia pun menyetujui rencana saya. Akhirnya saya mengikuti ujian SNMPTN tersebut. Saya tidak terlalu berharap besar dengan itu karena tidak ada persiapan sama sekali dalam mengikuti ujian tersebut.

Tidak saya sangka, ternyata orangtua saya mengetahui bahwa saya mengikuti ujian SNMPTN. Ayah saya sangat marah pada saya. Saat itu saya benar-benar merasa hancur. Saya tidak bisa menerima kenyataan. Hari-hari saya jalani dengan berat. Lebih lagi beberapa hari kemudian saya harus berangkat menuju Bogor. Saya tidak tahu dengan apa yang saya lakukan. Saya merasa sebagai boneka, saya tidak diberi kebebasan memilih.

Setelah saya sudah tinggal di bogor, awalnya memang saya jalani dengan berat. Namun dari sanalah saya benar-benar sadar. Ini semua sudah menjadi jalan yang Allah pilihkan untuk saya. Sering saya mendengar cerita dari teman-teman saya yang masih kebingungan mencari universitas. Sedangkan saya yang sudah diberi anugrah yang begitu besar oleh Allah, tetapi saya sama sekali tidak mensyukurinya. Saya mencoba berpikir lebih dewasa dan menerima kenyataan. Saya berusaha mencintai kehidupan saya yang baru. Inilah hari-hari terberat bagi saya. Ketika saya merasa mengkhianati diri saya dengan cara menghibur diri.

Saat pengumuman SNMPTN, perasaan saya kembali bergejolak. Saya tidak tahu lagi harus berbuat bagaimana. Semua saya pasrahkan pada Allah SWT. Hasil pengumuman menyatakan saya tidak diterima. Saya memang sudah mempersiapkan diri saya saat melihat pengumuman tersebut. Sehingga saya masih kuat menerima hal itu. Saya sangat bersyukur atas apa yang diberikan Allah, saya masih diberi orang-orang yang menyayangi saya. “Kakak dan sahabat saya yang setia menghibur saya, terimakasih banyak”. Saya berusaha bangkit dan menerima keadaan. Saya yakin apapun yang diberikan Allah pada saya pastilah yang terbaik. Allah mempunyai ukuran masing-masing untuk makhluk-Nya. Saya sadar akan hal itu. Saya tidak bisa memaksakan kehendak saya.

Sekarang, saya benar-benar merasa sepaerti manusia baru. Saya mulai yakin dengan hari-hari saya. Saya tidak lagi berpura-pura baik-baik saja. Saya sangat happy dengan hari-hari saya. Tidak ada yang perlu saya sesali. Inilah hidup saya. Saya tidak peduli dengan masa lalu. Masa lalu itu biarlah saya simpan dalam memory yang paling indah di otak saya, yang selalu memberikan semangat bagi saya. Dan kini, saat saya selesai merampungkan tugas MPKMB ini, saya semakin termotivasi menjalani hari-hari saya ke depan. Satu yang ingin saya sampaikan, “masuk IPB, aku bangga”.

Sekian cerita dari saya, semoga dapat menjadi inspirasi :) Read the rest of this entry »

Makan Lebih Sedikit Tapi Berkualitas

Porsi dikurangi, lauk pauk tidak

Yang benar itu bukan semuanya serba dikurangi, sehingga selain porsi makan, keanekaragaman menu juga berkurang. Keadaan demikian yang bikin tubuh mengalami kekurangan gizi. Padahal, sampai umur berapa pun kebutuhan tubuh akan segala jenis zat gizi atau nutrien tidak berubah. Read the rest of this entry »

special for my bestfriend :)

Tiada mutiara sebening cinta..

Tiada sutra sehalus kasih sayang..

Tiada embun sesuci ketulusan hati..

Dan tiada hubungan seindah persahabatan.. Read the rest of this entry »

asramaku :)

kita selalu bersama,

dalam suka dan duka,

together to be better :)

institut pertanian bogor_mencari dan memberi yang terbaik

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil

IPB Badge